CIREBON, PILARadio – Seorang anak di bawah umur yang merupakan atlet sepak bola muda Cirebon United berinisial RA (17) diduga menjadi korban pelecehan oleh oknum pengemudi transportasi daring. Keluarga korban pun telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian.
Paman korban sekaligus kuasa hukum keluarga, Indra Gustiawan, menjelaskan bahwa peristiwa itu diketahui setelah dirinya pulang dari sidang di Pengadilan Negeri Sumber.
“Saya pulang dari sidang sekitar pukul 17.00 WIB. Keponakan saya ini setiap Senin sampai Sabtu latihan sepak bola di Cirebon United, Argasunya. Setelah pulang latihan, dia tidak bicara apa-apa ke saya,” kata Indra, Selasa (6/1/2026).
Namun, sekitar pukul 20.00 WIB, ibu korban menghubungi Indra dan mengabarkan bahwa anaknya diduga mengalami pelecehan oleh seorang pengemudi daring.
“Saya kaget, langsung malam itu juga datang ke Polres Cirebon Kota. Tapi karena masih suasana libur dan penjagaan terbatas, saya disarankan membuat laporan hari ini,” ujarnya.
Indra mengungkapkan, dugaan pelecehan bermula saat korban diantar menggunakan jasa transportasi daring. Di tengah perjalanan, pelaku disebut mulai bertindak tidak pantas.
“Keponakan saya tangannya dipegang saat kendaraan berhenti di wilayah Kalijaga. Setelah itu, pengemudi tidak langsung mengantar ke rumah saya, malah memutar lewat jalan kaki biasa, lewat terminal,” jelasnya.
Tak hanya itu, pelaku juga diduga sempat berhenti lagi dan mengajak korban ke rumahnya dengan berbagai alasan.
“Pelaku mengatakan rumahnya kosong, istrinya sudah meninggal, dan mengajak ke sana dengan kalimat yang sangat tidak pantas. Keponakan saya menolak karena takut,” kata Indra.
Korban kemudian meminta agar segera diantar pulang ke rumah Indra di wilayah Gunung Agung. Namun, di tengah perjalanan, tepatnya di kawasan Ciremai Raya, pengemudi kembali menghentikan kendaraan dengan alasan mendapat pesanan lain.
“Pesanan itu akhirnya dibatalkan, tapi pelaku memaksa keponakan saya untuk memberikan nomor WhatsApp. Karena anak-anak dan merasa takut, akhirnya nomor itu diberikan,” ungkapnya.
Setelah pelaku pergi, korban turun dan berjalan kaki karena kondisi banjir hingga akhirnya sampai ke rumah. Keluarga berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus tersebut.
“Ini sangat berbahaya. Dengan mudahnya pelaku mengajak anak ke rumahnya dan mengeluarkan kata-kata tidak senonoh. Kami ingin pelaku ditangkap karena dikhawatirkan sudah ada lebih dari satu korban,” pungkasnya.


















