CIREBON, PILARadio – Pasca dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga dijaga ketat oleh aparat kepolisian hingga Rabu siang. Penjagaan dilakukan setelah dapur SPPG tersebut didatangi sejumlah warga pada Selasa malam. Sementara itu, anggota DPRD Kota Cirebon yang melakukan peninjauan ke SPPG Kalijaga mengungkap adanya dugaan salah satu menu makanan, yakni telur puyuh, dimasak di luar dapur SPPG tanpa pengawasan yang memadai.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyalahi aturan atau standar operasional prosedur (SOP) dalam penyediaan makanan untuk program MBG. Setelah sempat didatangi sejumlah warga pada Selasa malam menyusul dugaan keracunan massal yang dialami lebih dari seratus anak di Kota Cirebon dan menyebabkan mereka harus dilarikan ke empat rumah sakit, dapur SPPG Kalijaga tampak dijaga ketat pada Rabu siang.
Sejumlah personel kepolisian dari Polsek dan Polres Cirebon Kota terlihat melakukan penjagaan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pasca dugaan keracunan massal yang terjadi pada Selasa petang. Sementara itu, sejumlah anggota DPRD Kota Cirebon melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Kalijaga yang telah mendapatkan sanksi penghentian sementara atau suspend.
Dalam sidak tersebut, anggota DPRD meminta keterangan dari pihak pengelola SPPG terkait proses pengolahan dan penyediaan makanan yang didistribusikan kepada para penerima manfaat. Dari hasil peninjauan dan permintaan keterangan tersebut, terungkap dugaan bahwa salah satu menu, yakni telur puyuh, dimasak di luar fasilitas SPPG sehingga proses pengolahannya dinilai tidak terkontrol. Hal tersebut menjadi perhatian anggota DPRD karena proses pengolahan makanan untuk program MBG harus mengikuti standar operasional prosedur yang berlaku. Pengawasan diperlukan untuk memastikan kebersihan, keamanan, dan kelayakan makanan sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.
“Hasil sidak DPRD mengungkap dugaan menu telur puyuh dimasak di luar SPPG tanpa pengawasan yang memadai, sehingga dinilai berpotensi melanggar SOP penyediaan MBG” Ujar Anggota DPRD Kota Cirebon, Umar Stanisklau.
Meski demikian, dugaan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan penyebab keracunan yang dialami para siswa.
“Jadi memang benar dimask diluar dulu hingga setengah matang kemudian kita olah lagi di dapur ini” Ujar Kepala SPPG Kalijaga, Andi.
Sebelumnya, dugaan keracunan massal setelah konsumsi MBG terjadi di Kota Cirebon pada Selasa petang hingga malam. Lebih dari seratus siswa dari sejumlah sekolah dasar dan taman kanak-kanak dilaporkan mengalami keluhan kesehatan. Seluruh korban mendapatkan penanganan medis di beberapa rumah sakit di Kota Cirebon. Kasus tersebut kini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan DPRD, untuk mengetahui penyebab kejadian sekaligus mengevaluasi proses penyediaan makanan dalam program MBG



