CIREBON, PILARadio – Banjir merendam wilayah timur Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akibat luapan Sungai Cisanggarung ke empat kecamatan. Dampaknya, aktivitas warga lumpuh dan anak-anak terpaksa tidak sekolah.
Banjir yang merendam sejak dini hari di wilayah timur Kabupaten Cirebon terus meluas dan menggenangi empat kecamatan, yakni Kecamatan Pasaleman, Waled, Losari, dan Ciledug, Kamis siang.
Ketinggian air di sejumlah desa yang terdampak bervariasi, dari 60 sentimeter hingga satu meter.
Bahkan di Desa Cilengkrang Induk, ketinggian air mencapai satu setengah meter hingga menenggelamkan rumah dan perabotan.
“Ya dampaknya mulai dingin kakinya, pada gatal. Aktivitas jadi terganggu juga. Ini tidak bisa apa-apa, seperti ibu kan jualan jadi tidak bisa jualan. Iya, diliburkan dulu untuk sementara. Di rumah paling lansia saja, ibu yang mengungsi yang sudah lanjut usia. Tadi sempat mengungsi, cuma sekarang agak surut jadi pulang. Dari pagi mengungsi, masih sama bapak dan anak,” ujar warga Desa Barisan, Fatikah.
Sementara di Desa Barisan, Kecamatan Losari, air luapan Sungai Cisanggarung meluber dan membanjiri rumah-rumah warga. Derasnya air dari tanggul yang rendah mengakibatkan banyak warga tidak bisa menyelamatkan harta bendanya. Terlebih, air datang saat warga tengah beristirahat.
“Mulai masuk ke rumah itu dari jam 4 pagi tadi. Kiriman dari Sungai Cisanggarung. Kondisi di sini tidak hujan, terang dari sore. Air kiriman dari hulu yang hujan. Ini sampai masuk rumah semua. Ketinggian sekitar 20 sentimeter di dalam rumah. Dampaknya anak-anak sekolah akhirnya tidak berangkat. Sebagian orang tidak kerja, termasuk saya juga tidak kerja karena banjir ini. Banjir besar baru tahun ini, sebelumnya tahun 1985-an pernah banjir di sini. Harapannya agar ditangani pemerintah supaya tidak banjir lagi. Saya, istri, dan anak lima orang,” ujar warga Barisan, Andi.
Dari data petugas, luapan air berasal dari rendahnya tanggul sehingga air langsung masuk ke permukiman warga. Bahkan debit ketinggian air Sungai Cisanggarung tadi malam mencapai tujuh meter dari normalnya 2,5 meter.
“Informasi dari BPBD dan instansi terkait di Bendungan Cijangkelok, luapan air bermuara dari sana sehingga berdampak ke Desa Barisan yang memang sudah tertangani proyek peninggian tanggul sampai blok pond ini. Namun blok pond ini sudah terlepas dari proyek. Luapan air melebihi debit di mercu, sekitar 250 sentimeter standar normalnya, tadi malam mencapai 700 sentimeter. Sehingga luapan tidak terbendung dan berimbas ke permukiman, khususnya di RT 16, 17, dan 18. Di Kecamatan Losari sampai saat ini kami sudah mendata ada tiga desa terdampak luapan Sungai Cisanggarung, yakni Desa Barisan, Mulyasari, dan Losari Kidul. Alhamdulillah, di Losari Kidul dan Desa Mulyasari bukan luapan, tetapi rembesan dari tanggul yang sudah dibangun sehingga air meluap ke permukiman,” ujar Kapolsek Losari, AKP Sugiono.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cirebon, banjir yang terjadi sejak dini hari ini melanda empat kecamatan di wilayah timur Kabupaten Cirebon.
Desa-desa yang terdampak banjir merupakan daerah yang berada tepat di bawah tanggul Sungai Cisanggarung.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon memperbaiki beberapa titik tanggul yang rendah dan berpotensi kembali meluap saat debit air tinggi.






















