CIREBON, PILARadio – Sebuah unggahan di media sosial yang menyebut biaya masuk siswa baru di SMP Negeri 7 Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa pagi mencapai sekitar Rp3 juta menjadi perbincangan publik. Sejumlah orang tua siswa memprotes karena menilai biaya tersebut cukup memberatkan. Sementara itu, pihak sekolah memastikan bahwa biaya tersebut merupakan biaya seragam dan program sekolah.
Unggahan di media sosial yang menyebutkan biaya masuk siswa baru di SMP Negeri 7 Kota Cirebon menjadi sorotan. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa biaya yang harus dibayarkan mencapai sekitar Rp3 juta sehingga memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.
Dalam unggahan itu juga tercantum rincian biaya, yakni pemeliharaan buku sebesar Rp120 ribu, seragam sebesar Rp1,6 juta, serta kegiatan sekolah sebesar Rp1,2 juta. Seluruh biaya tersebut disebutkan dapat dibayarkan secara mencicil. Hal tersebut kemudian diprotes oleh sejumlah orang tua siswa karena dinilai cukup memberatkan.
“Untuk biaya sendiri saya tidak berkeberatan karena memang setiap hari memakai seragam yang berbeda-beda dan juga sudah ada kesepakatan Bersama dan seragam sudah bisa dicicil” Ujar Orang Tua Murid, Reni Cucu.
Sementara itu, pihak sekolah memastikan bahwa biaya tersebut merupakan biaya seragam dan program sekolah. Pihak sekolah menjelaskan bahwa kebutuhan tersebut tidak dapat dibiayai melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan pemerintah.
“Terkait rumor itu ada yang benar dan ada yang tidak. Jadi memang setiap ajaran baru setiap siswa ada yang memerlukan seragam baru untuk 5 setel di 1,6 Juta dan ini juga tidak menjadi wajib untuk dibeli dan memang yang mengatur ini semua bukan dari sekolah melainkan dari kementerian” Ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Kota Cirebon, Euis Sulastri.
Usai kabar tersebut viral, pihak sekolah menggelar pertemuan dengan para orang tua siswa untuk melakukan sosialisasi sekaligus memberikan penjelasan secara rinci mengenai komponen dan besaran biaya yang dimaksud.


