CIREBON, PILARadio – Sebuah video penjelasan pemandu ziarah di kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial. Video tersebut menuai perhatian luas setelah sang pemandu menyebut bahwa situs lubang puser bumi dengan diameter sekitar 50 sentimeter yang berada di kawasan makam ulama besar sekaligus pendiri Kesultanan Cirebon itu memiliki lorong yang disebut-sebut bisa tembus langsung ke Makkah, Arab Saudi.
Menanggapi viralnya informasi yang dinilai menyesatkan tersebut, juru kunci Makam Sunan Gunung Jati memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa penjelasan pemandu ziarah itu tidak sesuai dengan fakta sejarah maupun ajaran para wali.
Dalam video viral di media sosial tersebut, seorang pemandu wisata ziarah di kompleks Makam Sunan Gunung Jati menunjukkan sebuah lubang puser bumi dengan diameter sekitar 50 sentimeter dan mengklaim bahwa lubang tersebut memiliki lorong yang bisa tembus langsung ke Makkah, Arab Saudi.
Klaim dalam video viral itu pun langsung memicu pro dan kontra di kalangan warganet.
Salah satu warga mengaku tidak percaya dengan video tersebut yang menyebutkan bahwa lubang puser bumi dapat tembus langsung ke Makkah, Arab Saudi.
“Sebenarnya antara percaya atau tidak yak arena kan sekarang jaman modern berbeda seperti jaman para wali yang mungkin itu masih bisa terjadi” Ujar warga Cirebon, Dedi Oded Aditama Riyadi.
Sementara itu, menanggapi viralnya informasi yang dinilai menyesatkan tersebut, juru kunci Makam Sunan Gunung Jati, Nasirudin, akhirnya angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa pemandu dalam video tersebut memang berasal dari Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, namun belum memiliki pemahaman mendalam terkait sejarah dan makna situs-situs yang ada di kompleks makam.
“Pemandu dalam video tersebut berasal dari Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, namun belum memahami secara mendalam sejarah dan makna situs di kompleks makam” Ujar juru kunci Makam Sunan Gunung Jati, Nasirudin.
Lebih lanjut, juru kunci Makam Sunan Gunung Jati memastikan bahwa lubang puser bumi merupakan penanda geografis dan simbolis, bukan sesuatu yang bersifat mistis secara berlebihan






















