• Latest
  • Trending
AI to displace human (Tangkapan Layar)

China Batasi Penggunaan AI yang Menggantikan Tenaga Kerja Manusia

May 7, 2026
Sheila On 7 Rilis Single “Sederhana” untuk Rayakan Anniversary ke-30 (Sumber Foto : Yt/ Sheila On 7 TV)

Sheila On 7 Rilis Single “Sederhana” untuk Rayakan Anniversary ke-30

May 7, 2026
Dewan Pengurus Daerah (DPD) DEPRINDO Cirebon Raya menggelar kegiatan halal bihalal sekaligus peresmian kantor baru pada Rabu, 6 Mei 2026 yang berlokasi di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. (Tangkapan Layar)

DPD DEPRINDO Cirebon Raya Resmikan Kantor Baru, Perkuat Sinergi Industri Properti

May 7, 2026
Gol cepat Dembélé memperlebar keunggulan PSG di semifinal. (Sumber Foto: Matthias Schräder/AP)

Imbang Lawan Bayern Munchen, PSG Tantang Arsenal di Final Liga Champions

May 7, 2026
Satreskrim Polsek Jatitujuh Polres Majalengka mengamankan dua pelaku pencurian sepeda motor (Foto : Darfan)

Polisi gerebek rumah yang dijadikan tempat penyimpanan motor hasil curian

May 7, 2026
Ilustrasi hubungan cinta (Tangkapan Layar)

Studi Ungkap Zodiak Ternyata Tidak Pengaruhi Kecocokan Hubungan Cinta

May 6, 2026
Ed Sheeran dengan tampilan barunya (Instagram @teddysphotos)

Heboh! Ed Sheeran Tampil Botak Total, Pertanda Comeback Besar?

May 6, 2026
Garuda Muda Menang Dramatis! Indonesia U-17 Tumbangkan China 1-0 di Piala Asia (x.com/idn_abroad)

Dramatis! Timnas Indonesia U-17 Tundukkan China 1-0 Dalam Piala Asia U-17

May 6, 2026
Upaya pencarian anak tenggelam masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, dan kepolisian (Foto : Darfan)

Bermain di sungai, bocah hilang tenggelam, pencarian masih dilakukan

May 6, 2026
Lantaran SP3, korban sengketa tanah ajukan praperadilan, tantang Polres Kuningan di meja hijau (Foto : Darfan)

Lantaran SP3, korban sengketa tanah ajukan praperadilan, tantang Polres Kuningan di meja hijau

May 6, 2026
Status Pluto sebagai benda langit bukan planet atau planet kembali diperdebatkan oleh para ilmuwan. (Tangkapan Layar)

NASA Wacanakan Kembalikan Status Pluto Jadi Planet, Benarkah?

May 5, 2026
Maroon 5 Comeback Lewat Lagu “Heroine” (Sumber Foto : Thumbnail Youtube/ Maroon 5)

Maroon 5 Comeback Lewat Lagu “Heroine”, Bawa Gaya Klasik ke Tren Musik Modern

May 5, 2026
Elkan Baggott berpotensi jadi pemain Indonesia pertama yang main di Premier League usai Ipswich Town promosi (Sumber Foto : /Instagram.com/elkanbaggottKesehatan Masyarakat)

Ipswich Town Naik Kasta, Elkan Baggott Berpeluang Main di Premier League?

May 5, 2026
PILARadio 88.6 FM
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
PILARadio 88.6 FM
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

China Batasi Penggunaan AI yang Menggantikan Tenaga Kerja Manusia

by Akbar
May 7, 2026
A A
AI to displace human (Tangkapan Layar)

AI to displace human (Tangkapan Layar)

PILARadio.com – Pengadilan di China baru-baru ini mengeluarkan putusan penting terkait penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia kerja. Dalam keputusan tersebut, pengadilan menegaskan bahwa perusahaan tidak dapat serta-merta menggantikan pekerja manusia dengan sistem AI tanpa dasar hukum yang jelas. Jika tetap dilakukan secara sepihak, perusahaan berpotensi digugat dan dinyatakan melanggar hukum ketenagakerjaan.

Kasus ini menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan isu besar yang tengah berkembang di dunia industri, yaitu otomatisasi pekerjaan dan dampaknya terhadap tenaga kerja manusia. Perkara tersebut berawal dari sengketa antara seorang mantan karyawan dengan perusahaan teknologi berbasis AI di China.

Awal Mula Kasus Karyawan Digantikan AI

Kasus ini bermula ketika seorang karyawan bernama Zhou bergabung dengan sebuah perusahaan teknologi pada November 2022. Ia menempati posisi sebagai Quality Assurance Supervisor dengan gaji bulanan sekitar 25.000 yuan atau setara 3.640 dolar Amerika Serikat.

Dalam pekerjaannya, Zhou bertugas memastikan kualitas sistem AI perusahaan berjalan dengan baik. Ia melakukan verifikasi antara permintaan pengguna dengan model bahasa skala besar, serta menyaring konten yang dianggap ilegal atau melanggar privasi. Perannya cukup penting untuk menjaga akurasi dan keamanan sistem kecerdasan buatan yang dikembangkan perusahaan.

Namun, seiring berkembangnya teknologi, tugas yang sebelumnya dikerjakan Zhou mulai diambil alih oleh model bahasa AI yang dikembangkan perusahaan itu sendiri. Hal ini kemudian menjadi awal munculnya konflik antara karyawan dan pihak perusahaan.

RelatedPosts :

Indosat Tumbuh Stabil di Q1 2025: Tambah Pelanggan, Laba Naik, AI Jalan Terus

Gila! Wajah Warga Denmark Kini Dilindungi Hak Cipta, Penggunaan oleh AI Bisa Didenda

AS Hapus Tarif Elektronik China, Termasuk Smartphone dan Laptop

Wow! Google Rilis Flow, AI Canggih Pembuat Video Sinematik

Penurunan Jabatan dan Penolakan Karyawan

Setelah sebagian besar pekerjaannya digantikan oleh AI, perusahaan kemudian menawarkan posisi baru kepada Zhou dengan jabatan yang lebih rendah. Tidak hanya itu, gaji yang sebelumnya 25.000 yuan per bulan juga dipangkas menjadi 15.000 yuan per bulan.

Penurunan jabatan dan gaji tersebut ditolak oleh Zhou karena dianggap tidak sesuai dengan kesepakatan kerja awal. Ia menilai perubahan tersebut merugikan dirinya sebagai karyawan yang telah menjalankan tugas sesuai kontrak.

Pemutusan Kontrak dan Perselisihan Hukum

Setelah Zhou menolak tawaran tersebut, perusahaan kemudian memutuskan kontraknya dengan alasan restrukturisasi organisasi serta penurunan kebutuhan tenaga kerja akibat otomatisasi AI. Sebagai kompensasi, perusahaan menawarkan pembayaran sebesar 311.695 yuan.

Namun, Zhou kembali menolak jumlah tersebut dan memilih menempuh jalur hukum dengan mengajukan tuntutan kompensasi yang lebih tinggi melalui lembaga arbitrase ketenagakerjaan.

Panel arbitrase kemudian memutuskan bahwa pemutusan hubungan kerja yang dilakukan perusahaan dianggap melanggar hukum. Lembaga tersebut juga mendukung klaim Zhou untuk mendapatkan kompensasi tambahan dari perusahaan.

Tidak puas dengan hasil tersebut, pihak perusahaan kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik Hangzhou pada Agustus 2025. Perkara tersebut berlanjut hingga tingkat banding di Pengadilan Rakyat Menengah Hangzhou.

Isu Hukum: AI dan Pemutusan Hubungan Kerja

Inti dari kasus ini adalah pertanyaan hukum penting, yaitu apakah penggantian pekerjaan manusia oleh AI dapat dikategorikan sebagai “perubahan besar dalam keadaan objektif” yang dapat menjadi dasar pemutusan kontrak kerja.

Dalam hukum ketenagakerjaan China, istilah tersebut biasanya digunakan untuk kondisi tertentu seperti relokasi perusahaan, merger, atau perubahan struktural besar lainnya yang membuat kontrak kerja tidak dapat dilanjutkan seperti sebelumnya.

Namun dalam putusannya, Pengadilan Rakyat Menengah Hangzhou menyatakan bahwa penggunaan AI untuk menggantikan pekerjaan karyawan tidak termasuk dalam kategori “perubahan besar” sebagaimana dimaksud dalam undang-undang.

Pengadilan juga menilai bahwa perusahaan tidak mampu membuktikan bahwa kontrak kerja dengan Zhou benar-benar tidak dapat dilanjutkan akibat perubahan tersebut.

Selain itu, posisi baru yang ditawarkan kepada Zhou dengan gaji lebih rendah dianggap tidak wajar dan merugikan karyawan. Oleh karena itu, pengadilan memutuskan bahwa pemutusan kontrak kerja oleh perusahaan tidak sah secara hukum.

Putusan Pengadilan Jadi Sorotan

Putusan ini kemudian dipublikasikan oleh Pengadilan Rakyat Menengah Hangzhou dan langsung menjadi perhatian publik. Banyak pihak menilai keputusan tersebut menjadi sinyal penting dalam perlindungan hak-hak pekerja di tengah perkembangan teknologi AI yang semakin cepat.

Kasus ini juga dianggap sebagai salah satu preseden penting dalam hubungan antara tenaga kerja manusia dan otomatisasi berbasis kecerdasan buatan di dunia industri modern.

Sejumlah ahli hukum ketenagakerjaan menilai bahwa keputusan ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengabaikan hak dasar pekerja. Meskipun perusahaan dapat meningkatkan efisiensi melalui penggunaan AI, hal tersebut tidak otomatis membenarkan pemutusan hubungan kerja secara sepihak.

Pandangan Ahli Hukum

Wang Xuyang, seorang pengacara dari firma hukum Zhejiang Xingjing, menilai putusan tersebut memberikan kejelasan penting terkait batas penggunaan AI dalam dunia kerja.

Menurutnya, perusahaan memang diperbolehkan memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Namun di sisi lain, perusahaan juga memiliki tanggung jawab sosial untuk melindungi hak-hak karyawan.

Ia menegaskan bahwa penggantian pekerja manusia dengan AI tidak bisa dijadikan alasan otomatis untuk mengakhiri kontrak kerja tanpa dasar hukum yang kuat.

Perkembangan Industri AI di China

China saat ini menjadi salah satu negara dengan perkembangan industri kecerdasan buatan tercepat di dunia. Tercatat terdapat sekitar 6.200 perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan AI di berbagai sektor.

Pertumbuhan pesat ini membawa dampak besar terhadap dunia kerja, terutama terkait otomatisasi dan pengurangan peran tenaga kerja manusia di beberapa bidang.

Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terkait potensi penyalahgunaan teknologi AI dalam menggantikan pekerjaan manusia tanpa perlindungan hukum yang memadai.

Penutup

Kasus Zhou menjadi gambaran nyata bagaimana perkembangan teknologi AI mulai bersinggungan langsung dengan hukum ketenagakerjaan. Putusan pengadilan di China ini mempertegas bahwa meskipun AI membawa efisiensi bagi perusahaan, hak-hak pekerja tetap harus dilindungi sesuai aturan yang berlaku.

Ke depan, isu hubungan antara manusia dan teknologi diperkirakan akan semakin sering muncul seiring meningkatnya adopsi kecerdasan buatan di berbagai sektor industri di seluruh dunia.

Sumber : www.kumparan.com

Tags: AIChinaChina Batasi Penggunaan AI yang Menggantikan Tenaga Kerja ManusiaMenggantikanPenggunaanTenaga Kerja Manusia
Previous Post

Sheila On 7 Rilis Single “Sederhana” untuk Rayakan Anniversary ke-30

Related Category

Ilustrasi hubungan cinta (Tangkapan Layar)
MESTITAU

Studi Ungkap Zodiak Ternyata Tidak Pengaruhi Kecocokan Hubungan Cinta

by Akbar
May 6, 2026

PILARadio.com - Astrologi telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak ribuan tahun lalu. Dari peradaban kuno seperti Mesir, Babilonia, hingga...

Read more
Status Pluto sebagai benda langit bukan planet atau planet kembali diperdebatkan oleh para ilmuwan. (Tangkapan Layar)

NASA Wacanakan Kembalikan Status Pluto Jadi Planet, Benarkah?

May 5, 2026
Ilustrasi anak depresi (Foto: Thinkstock/BrianAJackson)

Studi ungkap terlalu sering membantu anak bisa meningkatkan risiko depresi

May 4, 2026
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Studi di China: Makan Pedas Seminggu Sekali Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung

April 30, 2026
Tren Sport Tourism Kian Ramai (Tangkapan Layar)

Tren Sport Tourism Kian Ramai, Event Marathon Luar Negeri Jadi Buruan

April 29, 2026
Leave Comment
TikTok Instagram Youtube Facebook

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM