CIREBON, PILARadio – Ratusan mahasiswa dari sejumlah organisasi mengepung Gedung Balai Kota Cirebon pada Kamis petang. Mereka melakukan aksi demo untuk menuntut berbagai program prioritas daerah, termasuk menuntut harmonisasi kepala daerah dan wakilnya dalam menjalankan visi, misi, serta pembangunan daerah.
Aksi dorong antara mahasiswa dengan pihak Kepolisian Polres Cirebon Kota terjadi di depan Kantor Balai Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis petang. Aksi dorong ini terjadi saat para mahasiswa berupaya memaksa masuk ke dalam Balai Kota Cirebon untuk menemui Wali Kota Cirebon.
Ratusan mahasiswa dari sejumlah organisasi mahasiswa di wilayah Cirebon melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Cirebon. Salah satunya menyampaikan tuntutan atas keprihatinan mengenai dugaan ketidakharmonisan di internal pemerintah, khususnya antara kepala daerah dan wakilnya.
“Dengan tidak hadirnya Walikota dan Wakil Walikota Cirebon ini menandakan ketidakseteraan antara masyarakat Kota Cirebon dengan Pemerintahan Kota Cirebon” Ujar Koordinator Aksi, Ruslan.
Mahasiswa menuntut agar persoalan tersebut dapat dibenahi demi menjalankan program visi dan misi yang sudah dibuat, mendukung pembangunan daerah, serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi kehadiran mahasiswa dan ini merupakan bagian dari kontrol sosial karena kami menyadari penyelenggaraan Pemerintahan Daerah itu tidak mudah terutama pada sisi anggaran. Sebenarnya boleh mengkritik namun harus memberikan solusi” Ujar Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman.
Para mahasiswa yang berhasil masuk ke dalam Balai Kota ditemui Sekretaris Daerah, Plt Kepala Dinas Pendidikan, serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar. Sementara itu, Wali Kota dan Wakil Wali Kota tidak tampak di Adipura Balai Kota untuk menemui para mahasiswa dengan alasan sedang mendampingi tamu dari Provinsi Jawa Barat.


















