CIREBON, PILARadio – Harga plastik yang terus melejit membuat pedagang kaki lima menjerit, terutama para pedagang es. Selisih keuntungan penjualan pun terkikis akibat banyaknya keluhan dari pembeli yang terkejut dengan kenaikan harga. Akibatnya, pedagang terpaksa menjual dengan harga normal meskipun harus rela omzet menurun drastis.
Kantong plastik maupun kemasan plastik menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Namun, kenaikan harga plastik yang terus meningkat membuat pedagang kaki lima mengalami kesulitan. Mereka dihadapkan pada dilema antara menaikkan harga dagangan atau mempertahankan harga dengan risiko keuntungan yang terus menurun.
Seperti yang dialami seorang pedagang di Pasar Pagi Kota Cirebon, Jawa Barat, yang sempat menaikkan harga jual seribu rupiah per kemasan es. Alih-alih mendapat pengertian, para pedagang justru kerap menerima keluhan dari pembeli atas kenaikan harga tersebut. Akibatnya, pedagang kembali menjual dengan harga semula meskipun omzet menurun drastis dan margin keuntungan semakin terkikis.
“Banyak yang mengeluh adanya kenaikan plastik ini terjadi sebelum bulan puasa dan hasil jualan jadi berkurang” Ujar pedagang es, Aeni.
Sementara itu, sebagian besar pembeli tidak mengetahui kenaikan harga plastik. Oleh karena itu, mereka kerap terkejut ketika harga es yang dibeli tiba-tiba naik seribu hingga dua ribu rupiah per bungkus.
“Adanya kenaikan harga plastik ini membuat terkejut dan berharap kembali ke harga normal saja” Ujar pembeli, Husen Wibisana.
Harga plastik terpantau terus naik hingga lebih dari seratus persen, terutama pada plastik jenis bungkus dan kantong kresek.



















![Kiper Ini Bikin Gol dari 75 Meter, Lawan Cuma Bisa Bengong! [Instagram]](https://pilaradio.com/wp-content/uploads/2026/04/inshot-20260406-202605034-060420264-75x75.jpg)

