PILARadio.com – Laga panas antara Real Zaragoza dan SD Huesca dalam lanjutan Segunda Division berubah menjadi sorotan besar usai diwarnai kericuhan pada menit-menit akhir pertandingan. Duel yang seharusnya menjadi pertarungan penting di papan bawah klasemen justru berakhir dengan insiden memalukan setelah kiper Zaragoza, Esteban Andrada, melayangkan pukulan ke wajah pemain lawan.
Peristiwa tersebut langsung viral di media sosial dan menjadi pembahasan pecinta sepak bola Spanyol. Banyak pihak menilai insiden ini sebagai salah satu momen paling panas musim ini di kasta kedua Liga Spanyol.
Derby Aragon Berlangsung Sengit Sejak Awal
Pertandingan antara Real Zaragoza melawan SD Huesca memang sejak awal diprediksi berlangsung panas. Kedua tim berasal dari wilayah Aragon sehingga duel ini memiliki gengsi tinggi dan dikenal sebagai Derby Aragon.
Selain faktor rivalitas, laga ini juga sangat penting karena kedua tim sedang berjuang keluar dari tekanan klasemen. Huesca membutuhkan kemenangan untuk menjauh dari zona merah, sedangkan Zaragoza datang dengan misi mencuri poin demi menjaga peluang bertahan di Segunda Division.
Atmosfer stadion sangat tegang sejak menit pertama. Duel keras, protes kepada wasit, hingga tensi tinggi antar pemain terus terjadi sepanjang pertandingan.
Huesca Unggul Tipis 1-0
Di tengah pertandingan yang berjalan keras, tuan rumah Huesca berhasil memecah kebuntuan pada babak kedua. Gol semata wayang dicetak oleh Óscar Sielva yang sukses memanfaatkan peluang penting.
Gol tersebut membuat Huesca unggul 1-0 dan memaksa Zaragoza bermain lebih menyerang di sisa waktu pertandingan. Zaragoza mencoba menekan habis-habisan demi mencari gol penyeimbang.
Namun, alih-alih mencetak gol, tim tamu justru kehilangan kendali emosi saat laga memasuki masa injury time.
Esteban Andrada, hoy arquero del Zaragoza, fue EXPULSADO, SE VOLVIÓ LOCO Y LE PEGÓ UNA PIÑA en la cara al capitán del Huesca.
INSÓLITO TODO. 😳🇦🇷🇪🇸 pic.twitter.com/7wfO12gMFi
— Ataque Futbolero (@AtaqueFutbolero) April 26, 2026
Kericuhan Pecah di Menit 99
Insiden besar terjadi pada menit ke-99. Saat Zaragoza masih tertinggal satu gol, kiper Esteban Andrada terlihat meluapkan emosi setelah keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya.
Dalam tayangan ulang, Andrada tampak berdebat keras dengan wasit Dámaso Arcediano Monescillo. Ketegangan semakin memuncak ketika Jorge Pulido, kapten Huesca, berada di dekatnya.
Andrada kemudian mendorong Pulido dengan kedua tangan hingga pemain bertahan tersebut jatuh ke lapangan. Aksi itu langsung memancing reaksi keras pemain Huesca dan Zaragoza.
Situasi lapangan berubah kacau. Pemain cadangan dari kedua tim ikut masuk ke area pertandingan, sementara staf pelatih berusaha menenangkan suasana.
Kartu Merah Tak Hentikan Amarah Andrada
Wasit langsung memberikan kartu kuning kedua kepada Andrada atas tindakannya mendorong lawan. Itu berarti sang kiper otomatis mendapat kartu merah dan harus meninggalkan lapangan.
Namun keputusan wasit justru membuat emosi Andrada semakin memuncak.
Dalam momen yang mengejutkan, Andrada berlari mendekati Jorge Pulido dan melayangkan pukulan tangan kanan ke arah wajah lawannya. Pukulan itu mengenai wajah Pulido hingga sang kapten kembali terjatuh.
Aksi tersebut membuat suasana stadion memanas. Pemain dari kedua tim saling dorong dan nyaris bentrok lebih besar.
Jorge Pulido Jadi Korban
Jorge Pulido menjadi korban utama dalam insiden ini. Setelah sempat dijatuhkan lewat dorongan, ia kembali menerima pukulan keras dari Andrada.
Kamera pertandingan menyorot kondisi wajah Pulido yang tampak memerah dan lebam di sekitar mata. Sang pemain juga terlihat sangat marah atas perlakuan yang diterimanya.
Sebagai kapten tim, Pulido berusaha menuntut tindakan tegas dari wasit dan otoritas pertandingan.
Kiper Huesca Juga Kena Kartu Merah
Kericuhan besar tersebut juga berdampak pada pemain lain. Kiper Huesca, Dani Jimenez, ikut mendapat kartu merah karena reaksinya dalam keributan.
Meski tidak terlibat pukulan langsung, tindakan emosional saat situasi ricuh dianggap melewati batas oleh wasit.
Keputusan itu membuat akhir pertandingan berlangsung dalam suasana penuh ketegangan.
Andrada Ditarik Rekan Setim
Setelah melayangkan pukulan, Andrada tampak masih sangat emosi. Beberapa pemain Zaragoza dan staf tim harus menahannya agar tidak terjadi insiden lanjutan.
Sang kiper kemudian ditarik keluar lapangan oleh rekan-rekannya. Dalam tayangan kamera, ia terlihat belum menunjukkan penyesalan dan masih melontarkan protes.
Momen itu semakin memperburuk citra Zaragoza yang tengah berjuang keluar dari zona berbahaya.
Sanksi Berat Menanti Esteban Andrada
Akibat tindakan kekerasan di lapangan, Esteban Andrada diperkirakan akan menerima hukuman berat dari federasi sepak bola Spanyol.
Beberapa sanksi yang mungkin dijatuhkan antara lain:
- Larangan bermain beberapa pertandingan
- Denda finansial
- Penambahan hukuman karena tindakan memukul lawan
- Investigasi disipliner tambahan
Jika otoritas menilai pukulan tersebut sebagai penyerangan serius, hukuman bisa jauh lebih berat.
Insiden seperti ini jarang terjadi, apalagi melibatkan penjaga gawang yang meninggalkan area untuk menyerang lawan.
Zaragoza Makin Terpuruk
Selain kehilangan pemain karena kartu merah, Zaragoza juga harus menerima kekalahan 0-1 dari Huesca.
Hasil buruk ini membuat posisi Zaragoza semakin terancam di klasemen Segunda Division. Klub tersebut tertahan di peringkat ke-21 dan tertinggal tiga poin dari zona aman.
Tekanan terhadap tim pun semakin besar karena kompetisi memasuki fase krusial.
Jika performa tidak segera membaik, Zaragoza berisiko turun kasta pada akhir musim.
Huesca Jaga Harapan Bertahan
Di sisi lain, kemenangan tipis atas rival regional ini sangat penting bagi SD Huesca.
Tambahan tiga poin membuat mereka tetap menjaga peluang bertahan di Segunda Division. Huesca kini hanya terpaut dua poin dari posisi aman yang ditempati Cadiz CF.
Dengan beberapa pertandingan tersisa, peluang lolos dari degradasi masih terbuka lebar.
Reaksi Fans dan Media
Insiden Andrada langsung ramai dibahas di media sosial. Banyak penggemar sepak bola mengecam aksi kekerasan tersebut.
Sebagian netizen menyebut tindakan itu tidak pantas dilakukan pemain profesional, terlebih seorang kiper senior.
Media Spanyol juga menyoroti keributan ini sebagai noda dalam laga penting yang seharusnya menjadi pertarungan sepak bola, bukan ajang baku hantam.
Derby Penuh Emosi
Rivalitas lokal sering kali menghadirkan pertandingan panas, tetapi insiden ini menunjukkan bagaimana tekanan klasemen dan emosi bisa berubah menjadi kekacauan.
Wasit sebenarnya sudah berusaha mengendalikan situasi dengan kartu, namun tensi yang terlalu tinggi membuat pertandingan berakhir buruk.
Kesimpulan
Laga Real Zaragoza vs SD Huesca di Segunda Division berubah menjadi drama besar setelah kiper Zaragoza, Esteban Andrada, menonjok kapten Huesca Jorge Pulido usai menerima kartu merah.
Insiden tersebut memicu kericuhan massal dan membuat nama Andrada menjadi sorotan. Selain terancam hukuman berat, Zaragoza juga pulang dengan kekalahan yang semakin mendekatkan mereka ke jurang degradasi.
Sementara Huesca sukses meraih kemenangan penting, tetapi Derby Aragon kali ini akan lebih dikenang karena kekacauan di menit akhir daripada hasil pertandingan itu sendiri.
Sumber : www.bola.com


















