KUNINGAN, PILARadio – Diduga karena belum mendapatkan penanganan medis sejak dua hari di IGD, pasien di RSUD Linggajati, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, harus menerima kenyataan pahit setelah bayi yang dilahirkan tak bernyawa.Keharuan semakin mendalam lantaran kelahiran sang buah hati sudah dinanti selama tujuh tahun.
Pasangan suami istri asal Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, harus menerima kenyataan pahit setelah bayi yang dinanti sejak tujuh tahun lalu lahir dalam keadaan tak bernyawa. Kronologis bermula ketika pasien mengalami kesakitan saat berada di rumah. Setelah berkonsultasi dengan bidan yang ada di perumahannya, mereka berdua bergegas ke rumah sakit.
Pasien mengaku kesal lantaran ibu hamil tersebut belum menjalani operasi persalinan setelah dua hari masuk IGD RSUD Linggajati, Kabupaten Kuningan. Kekesalan semakin memuncak ketika ketuban pecah dan menetes ke lantai. Saking banyaknya, OB rumah sakit membantu suami pasien membersihkannya.
Alih-alih segera ditangani, pihak medis masih belum melangsungkan operasi persalinan dengan alasan dokter yang menangani pasien tersebut susah dihubungi secara berulang. Keharuan mendalam tak bisa ditutupi keluarga pasien, terlebih segala persiapan sudah dilakukan untuk menyambut kelahiran bayi yang sudah lama diidamkan.
“Pada tanggal 14 sekitar jam 11 malam, istri saya pecah ketuban. Kami langsung ke bidan, dan katanya harus segera dirujuk. Saya bawa ke IGD RS Linggajati, ditangani sebentar lalu dipindah ke ruang transit karena dokter belum bisa dihubungi. Saya sempat disarankan ke RS Permata dan RS 45, tapi satu penuh dan satu belum ada kepastian. Akhirnya kami tetap di Linggajati. Katanya dokter akan datang jam 5, saya kira langsung operasi, tapi malah dipindah ke atas dan diperiksa lagi. Semua hasil normal, tapi saat akan dioperasi jam 7, bayi kami sudah tidak ada.” Ujar suami pasien, Andi.
Sementara itu, peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu kemarin. Kejadian tersebut dibenarkan oleh pihak rumah sakit yang mengklaim bahwa proses penanganan pasien sudah sesuai dengan SOP.
“Memamg benar adanya kejadian tersebut namun setelah mengumpulkan data dan sudah melakukan sesuai SOP penanganan dan tentunya kami rumah sakitr sangat berduka cita dan belasungkawa terhadap kejadian ini dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya” Ujar Direktur RSUD Linggajati, dr. Eddy Syarief, MM., MM.RS
Sementara itu, pihak rumah sakit juga memohon maaf terhadap keluarga korban dan memastikan akan diadakan audit mendalam terhadap para petugas medis yang berjaga saat itu.






















