PILARadio.com – FIFA memastikan bahwa gelaran Piala Dunia 2026 tetap akan berlangsung sesuai jadwal meskipun situasi konflik di Timur Tengah masih memanas. Federasi sepak bola dunia tersebut menegaskan bahwa turnamen terbesar sepak bola dunia itu terlalu besar untuk ditunda hanya karena ketegangan geopolitik yang sedang terjadi di kawasan tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Operasional FIFA, Heimo Schirgi, saat berbicara di Pusat Penyiaran Internasional atau International Broadcast Center (IBC) di Dallas, Amerika Serikat, pada Senin (9/3/2026). Dalam kesempatan itu, Schirgi menegaskan bahwa FIFA tetap optimistis Piala Dunia 2026 dapat berjalan lancar dan diikuti oleh seluruh negara yang telah lolos kualifikasi.
Schirgi juga menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan ketidakpastian partisipasi Iran di Piala Dunia 2026. Hal ini berkaitan dengan konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang belakangan memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, FIFA menilai bahwa situasi tersebut masih akan berkembang dan pada akhirnya akan menemukan penyelesaian sebelum turnamen berlangsung.
“Pada suatu saat, kami akan memiliki resolusi, dan Piala Dunia akan tetap berlangsung, tentu saja,” kata Heimo Schirgi seperti dilaporkan oleh Reuters.
Menurutnya, Piala Dunia merupakan ajang olahraga terbesar di dunia yang melibatkan banyak negara dan memiliki dampak global yang sangat luas. Oleh karena itu, penyelenggaraan turnamen ini tidak mudah untuk ditunda ataupun dibatalkan.
“Piala Dunia terlalu besar, dan kami berharap semua negara yang lolos kualifikasi dapat berpartisipasi,” tambahnya.
Schirgi juga menjelaskan bahwa FIFA terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah secara intensif. Organisasi tersebut bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mitra federal dan lembaga internasional, untuk mengevaluasi situasi keamanan secara berkala.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh tim nasional yang akan bertanding dapat mengikuti turnamen dengan aman dan tanpa hambatan yang berarti.
FIFA sebelumnya juga menyatakan bahwa mereka telah memantau perkembangan situasi di Iran dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini dilakukan mengingat Piala Dunia 2026 dijadwalkan mulai digelar pada bulan Juni mendatang.
Iran sendiri berhasil memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah tampil di babak kualifikasi zona Asia. Keberhasilan tersebut membuat Iran kembali menjadi salah satu wakil Asia yang akan berlaga di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.
Dalam undian grup yang telah dilakukan, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir. Grup ini diperkirakan akan menghadirkan persaingan yang cukup ketat karena melibatkan beberapa tim kuat dari berbagai konfederasi.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Iran akan menjalani dua pertandingan grup di kota Los Angeles, Amerika Serikat. Sementara satu pertandingan lainnya akan berlangsung di Seattle.
Meski jadwal pertandingan telah ditentukan, perkembangan situasi politik dan keamanan di Timur Tengah tetap menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk federasi sepak bola dan tim nasional yang akan berpartisipasi.
Di sisi lain, dampak konflik di kawasan tersebut juga mulai dirasakan oleh beberapa tim nasional, termasuk Irak. Pelatih tim nasional Irak, Graham Arnold, bahkan meminta FIFA untuk mempertimbangkan perubahan jadwal babak playoff Piala Dunia 2026.
Permintaan tersebut disampaikan karena persiapan tim Irak dilaporkan terganggu akibat situasi keamanan di Timur Tengah yang belum stabil. Konflik bersenjata yang masih berlangsung membuat mobilitas sejumlah pemain dan staf pelatih menjadi terhambat.
Selain itu, penutupan penerbangan dari dan menuju Iran juga turut memengaruhi aktivitas sepak bola di kawasan tersebut. Demi alasan keamanan, otoritas setempat menutup penerbangan internasional hingga 1 April.
Keputusan ini berdampak langsung pada sejumlah pemain yang berkarier di liga domestik Iran serta staf pelatih yang saat ini masih berada di dalam negeri. Mereka tidak dapat melakukan perjalanan keluar negeri untuk mengikuti agenda pertandingan maupun pemusatan latihan.
Padahal, jadwal final babak playoff Piala Dunia 2026 direncanakan berlangsung pada akhir Maret. Kondisi ini membuat beberapa tim mengalami kesulitan dalam mempersiapkan skuad terbaik mereka.
Meski demikian, FIFA menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan lebih lanjut terkait berbagai aspek penyelenggaraan turnamen.
Sementara itu, Piala Dunia 2026 diprediksi akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen tersebut. Untuk pertama kalinya, jumlah peserta akan bertambah menjadi 48 negara yang berasal dari berbagai konfederasi di seluruh dunia.
Turnamen ini juga akan digelar di tiga negara tuan rumah sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Konsep penyelenggaraan bersama ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman Piala Dunia yang lebih besar dan meriah bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Amerika Serikat akan menjadi negara dengan jumlah kota tuan rumah terbanyak, yaitu 11 kota yang akan menggelar pertandingan Piala Dunia 2026. Sementara Meksiko akan menjadi tuan rumah di tiga kota, dan Kanada di dua kota.
Dengan jumlah stadion dan kota penyelenggara yang lebih banyak, turnamen ini diperkirakan akan menarik perhatian jutaan penggemar sepak bola dari berbagai negara.
Selain persiapan pertandingan, FIFA juga tengah mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk pusat penyiaran internasional atau International Broadcast Center (IBC) yang akan beroperasi selama turnamen berlangsung.
IBC tersebut berlokasi di Dallas, Amerika Serikat, dan akan menjadi pusat operasional media internasional selama Piala Dunia 2026. Ribuan jurnalis, penyiar, serta kru produksi dari berbagai negara diperkirakan akan berkumpul di lokasi tersebut.
Heimo Schirgi mengatakan bahwa pusat penyiaran tersebut akan beroperasi selama 24 jam penuh selama turnamen berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh pertandingan dan aktivitas terkait Piala Dunia dapat disiarkan secara langsung ke berbagai belahan dunia.
FIFA memperkirakan sekitar 3.000 hingga 3.500 anggota media akan datang ke Dallas untuk meliput Piala Dunia 2026. Jumlah ini menunjukkan besarnya perhatian media internasional terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Selain pusat penyiaran, FIFA juga tengah merencanakan berbagai kegiatan pendukung seperti festival penggemar atau fan festival di sejumlah kota tuan rumah. Acara tersebut bertujuan memberikan pengalaman berbeda bagi para penggemar yang ingin merasakan atmosfer Piala Dunia meski tidak menonton langsung di stadion.
Dengan berbagai persiapan yang sedang dilakukan, FIFA optimistis Piala Dunia 2026 akan tetap berjalan sesuai rencana. Meski situasi geopolitik global masih menghadirkan berbagai tantangan, turnamen sepak bola terbesar di dunia itu diyakini tetap dapat digelar dengan aman dan sukses.
Sumber : www. sport.detik.com





















