PILARadio.com – Puasa Ramadan sering kali membuat banyak orang mengalami perubahan berat badan. Sebagian orang bahkan menyadari berat badannya turun setelah beberapa minggu menjalani puasa. Menurut ahli kesehatan sekaligus dokter spesialis olahraga lulusan Universitas Indonesia, dr. Andi Kurniawan Sp.KO, penurunan berat badan saat puasa sebenarnya merupakan hal yang wajar dan termasuk respons alami tubuh.
Ia menjelaskan bahwa rata-rata orang yang menjalani puasa dapat mengalami penurunan berat badan sekitar 0,5 hingga 1 kilogram per minggu. Angka ini masih termasuk dalam kategori normal selama tidak terjadi secara berlebihan.
“Sebagai patokan sederhana yang mudah dipahami, penurunan berat badan yang wajar adalah sekitar 0,5 sampai 1 kilogram per minggu, atau tidak lebih dari 4 kilogram selama satu bulan Ramadan,” kata dr. Andi.
Mengapa Berat Badan Bisa Turun Saat Puasa?
Penurunan berat badan saat berpuasa terjadi karena tubuh mengalami perubahan metabolisme yang cukup signifikan. Ketika seseorang tidak makan dan minum dalam waktu lama, tubuh akan mulai menggunakan cadangan energi yang tersimpan.
Pada sekitar 12 hingga 14 jam pertama tanpa asupan makanan, tubuh akan memanfaatkan cadangan glikogen yang tersimpan di otot. Cadangan glikogen ini biasanya berkisar sekitar 100–120 gram dan berfungsi sebagai sumber energi cepat bagi tubuh.
Setelah cadangan tersebut mulai berkurang, tubuh akan beralih ke proses lain untuk memenuhi kebutuhan energi. Proses tersebut disebut glukoneogenesis, yaitu pembentukan glukosa dari protein dan lemak yang ada di dalam tubuh. Selain itu, tubuh juga mulai melakukan lipolisis, yaitu pemecahan lemak menjadi energi.
Karena proses tersebut, sebagian cadangan lemak dalam tubuh akan digunakan sebagai sumber energi selama puasa. Inilah yang kemudian menyebabkan berat badan seseorang dapat berkurang.
Menurut dr. Andi, sekitar 44 persen orang yang menjalani puasa biasanya mengalami penurunan berat badan. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan tersebut merupakan respons fisiologis yang cukup umum terjadi.
Penurunan Berat Badan Drastis Saat Puasa Perlu Diwaspadai
Meski penurunan berat badan saat puasa tergolong normal, dr. Andi mengingatkan bahwa penurunan yang terlalu cepat justru dapat menjadi tanda bahaya bagi kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa penurunan berat badan lebih dari 2 kilogram per minggu saat puasa perlu diwaspadai karena bisa menandakan adanya masalah pada tubuh.
“Penurunan berat badan drastis lebih dari dua kilogram per minggu saat berpuasa dapat menjadi tanda bahaya. Hal ini bisa terjadi akibat dehidrasi berat atau kehilangan massa otot yang dikenal sebagai sarkopenia,” jelasnya.
Jika penurunan berat badan terlalu cepat, tubuh biasanya akan menunjukkan beberapa gejala yang tidak normal. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Sakit kepala hebat yang terjadi terus-menerus
- Kulit menjadi tidak elastis atau kering sebagai tanda dehidrasi
- Kelelahan ekstrem yang tidak membaik meskipun sudah berbuka puasa
Jika gejala-gejala tersebut muncul, seseorang disarankan untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi dan cairan saat berbuka maupun sahur.
Kelompok Orang yang Perlu Perhatian Khusus Saat Puasa
Tidak semua orang memiliki kondisi tubuh yang sama saat menjalani puasa. Beberapa kelompok bahkan membutuhkan perhatian khusus karena lebih rentan mengalami masalah kesehatan.
Salah satu kelompok tersebut adalah lansia di atas usia 60 tahun. Pada kelompok ini, penurunan berat badan yang drastis dapat meningkatkan risiko kehilangan massa otot atau sarkopenia.
Sarkopenia adalah kondisi berkurangnya massa dan kekuatan otot yang biasanya terjadi seiring bertambahnya usia. Jika kondisi ini terjadi selama puasa, pemulihannya bisa menjadi lebih sulit.
Selain lansia, penderita diabetes juga harus lebih berhati-hati saat menjalani puasa.
“Penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2 yang menggunakan insulin wajib memantau berat badan dan kadar gula darah secara ketat selama berpuasa,” ujar dr. Andi.
Pemantauan ini penting untuk mencegah terjadinya komplikasi seperti hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah.
Kelompok lain yang juga memerlukan perhatian adalah remaja yang masih dalam masa pertumbuhan. Jika asupan nutrisi tidak terpenuhi dengan baik selama puasa, hal ini dapat mengganggu pertumbuhan tulang serta perkembangan kognitif mereka.
Orang dengan Berat Badan Berlebih Lebih Mudah Turun
Menurut dr. Andi, penurunan berat badan selama puasa juga sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuh seseorang sebelum menjalani Ramadan.
Orang dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi atau termasuk kategori overweight dan obesitas biasanya mengalami penurunan berat badan yang lebih besar dibandingkan orang dengan berat badan normal.
Hal ini terjadi karena tubuh mereka memiliki cadangan lemak yang lebih banyak untuk digunakan sebagai sumber energi selama puasa.
Namun demikian, besarnya penurunan berat badan tetap sangat bergantung pada pola makan dan gaya hidup selama Ramadan.
Rata-rata Penurunan Berat Badan Selama Ramadan
Dr. Andi juga mengutip sebuah analisis ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa rata-rata penurunan berat badan selama 30 hari Ramadan berkisar antara 0,5 hingga 1,5 kilogram pada populasi umum yang tidak menjalani program diet khusus.
Namun, bagi orang yang tetap aktif berolahraga dan menjaga pola makan dengan baik saat sahur dan berbuka, penurunan berat badan bisa mencapai sekitar 2 kilogram selama Ramadan.
Penurunan tersebut masih dianggap sehat karena umumnya berasal dari pengurangan massa lemak tanpa mengurangi massa otot secara signifikan.
Pola Makan Saat Berbuka Sangat Menentukan
Pada akhirnya, dr. Andi menegaskan bahwa perubahan berat badan selama puasa tidak terjadi sama pada setiap orang. Faktor gaya hidup, terutama pola makan saat berbuka puasa dan sahur, memiliki peran yang sangat penting.
Jika seseorang mengonsumsi makanan secara berlebihan saat berbuka, terutama makanan tinggi gula dan lemak, maka penurunan berat badan bisa saja tidak terjadi. Bahkan dalam beberapa kasus, berat badan justru dapat meningkat selama Ramadan.
Sebaliknya, jika pola makan lebih terkontrol, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta tetap aktif bergerak atau berolahraga ringan, maka puasa dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal.
“Perubahan ini tidak terjadi pada semua orang. Gaya hidup Anda saat berbuka memegang peranan kunci,” tutup dr. Andi.
Dengan pola makan yang sehat serta pengaturan aktivitas yang baik, puasa tidak hanya menjadi ibadah spiritual, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk membantu menjaga berat badan tetap ideal.
Sumber : www.kumparan.com






















